SEMARANG, JUMAT — Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang meningkat tajam pada Januari 2009.
"Jumlah penderita DBD tercatat ada 229 orang, itu berdasarkan data yang kami himpun sampai tanggal 27 Januari," kata Kepala Subbagian Informasi dan Pemasaran RSUD Kota Semarang Susanna Dwi Haryanti di Semarang, Jumat.
Ia mengatakan, sejak September 2008 jumlah penderita DBD yang dirawat di RSUD Kota Semarang terus mengalami peningkatan. Pada September, jumlah penderita ada 71 orang, Oktober sebanyak 72 orang, November 110 orang, dan 139 orang pada bulan Desember.
"Belum genap sebulan (Januari) jumlah penderita DBD mengalami peningkatan cukup tajam," katanya.
Susan memperkirakan, hingga bulan Maret 2009, penderita DBD akan bertambah karena pada bulan November hingga Maret merupakan masa rawan penyebaran wabah DBD.
"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat selalu menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi terjangkitnya DBD," katanya.
Pencegahan terhadap DBD yang paling ampuh, lanjut Susan, adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) karena fogging (penyemprotan) tidak akan membasmi secara tuntas.
Fogging hanya mampu membasmi nyamuk-nyamuk dewasa, tetapi yang harus dibasmi sampai tuntas adalah sarang nyamuk.
Ia mengatakan, PSN sebenarnya sudah disosialisasikan secara luas kepada masyarakat, tetapi tetap saja banyak yang terjangkit DBD.
"Sebenarnya yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang